Teman Shafwah, 10 Hari Ini Jangan Sampai Kelewat. Rugi Banget!
Tanpa banyak yang sadar, Ahad 21 Desember 2025, kita sudah masuk ke bulan Rajab 1447 H. Salah satu bulan yang dimuliakan Allah. Bulan di mana amal kebaikan terasa lebih berat timbangannya, dan sayang banget kalau lewat begitu saja. Rajab itu seperti alarm lembut dari Allah. Seolah diingatkan pelan-pelan, ayo kembali. Ramadhan sudah semakin dekat.
Di bulan ini, kita dianjurkan memperbanyak amal. Salah satu yang paling mudah tapi sering dilupakan adalah puasa sunnah Rajab. Nggak harus berat, nggak harus sempurna. Bahkan satu hari pun sudah bernilai ibadah.
Kalau Teman Shafwah sanggup lebih, boleh ambil beberapa hari. Ada yang memilih 3 hari, ada yang 7, 8, bahkan 10 hari di awal Rajab. Semuanya sah. Semuanya baik. Allah nggak pernah menyulitkan hamba-Nya. Yang penting, niatnya lurus.
Untuk Teman Shafwah yang ingin ikut menghidupkan 10 hari awal Rajab, ini waktunya. Mulai Minggu, 21 Desember 2025 (1 Rajab) sampai Selasa, 30 Desember 2025 (10 Rajab). Kalau bisa mengambil Senin dan Kamis di dalamnya, insyaAllah pahalanya makin lengkap. Tapi kalau cuma sanggup satu atau dua hari, jangan merasa kecil. Di sisi Allah, bisa jadi itu justru bernilai besar.
Soal niat, sederhana saja. Sama seperti puasa sunnah lainnya. Saya niat puasa sunnah bulan Rajab karena Allah Ta’ala. Niat tempatnya di hati. Diucapkan boleh, tidak diucapkan pun tetap sah, selama hatinya memang berniat puasa. Banyak yang bertanya, boleh nggak puasa Rajab cuma 3 hari aja. Jawabannya, boleh banget. Rajab bukan lomba siapa paling kuat. Rajab itu tentang siapa yang mau mulai. Kadang satu hari puasa saja bisa jadi titik balik yang besar dalam hidup seseorang.
Selain puasa, Rajab juga indah diisi dengan dzikir yang ringan tapi dalam maknanya. Salah satunya.
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ
Rabbighfirli warhamni watub alayya
“Ya Rabbku, ampunilah aku, rahmatilah aku, dan terimalah taubatku”
Dzikir ini pendek, tapi jujur. Cocok dibaca kapan saja. Setelah shalat, di perjalanan, atau saat sahur dan berbuka. Isinya pengakuan kita sebagai hamba yang benar-benar butuh ampunan dan rahmat Allah.
Teman Shafwah, Rajab bukan soal banyak-banyakan amal. Tapi soal kehadiran hati. Tentang mau berhenti sejenak dari sibuknya dunia, lalu bilang ke Allah, aku masih di sini ya Rabb. Aku masih mau dekat. Kalau 10 hari ini bisa kita jaga, insyaAllah langkah ke depan akan terasa lebih ringan. Jangan sampai kelewat ya, karena kesempatan seperti ini nggak selalu datang dua kali.
